RSS

Gadis Tiket, Tampil Cantik & Fresh di Kontes

11 Mei

Untuk menarik animo peserta beli tiket, banyak cara dilakukan penyelenggara kontes burung berkicau. Satu diantaranya dengan mempercantik meja penjual tiket dengan hadirnya gadis tiket. Tampilan seksi, kulit putih mulus dan berpakaian sedikit menggoda, menjadi sajian menarik dari para gadis tiket.

Para peserta yang dominasi kaum adam, merasa terhibur dengan adanya gadis-gadis tiket di meja panitia. Tomboh ngantuk…begitu guyonan Tukul Arwana, presenter Bukan Empat Mata ketika menggoda tamu-tamu yang seksi dan cantik.

Begitu juga dengan para gadis tiket di kontes burung berkicau. Mereka menjadi penyejuk suasana lomba. Apalagi tidak sedikit dari mereka juga centil dan menggoda. “Fungsi marketing bisa lebih jalan apabila penjual tiketnya cewek. Suasana lebih fresh,” ujar Erik ML, Ketua Panitia Lomba Pesona berkicau Indonesia (LPI), Maospati.

Umumnya para ticketing girls, sudah profesional di bidangnya. Mereka banyak berasal dari agency-agency atau freelance yang sudah terbiasa mengikuti berbagai acara pameran atau launching produk tertentu. Seperti dikatakan Bunga, gadis tiket LPI, ia biasa menjadi SPG di pameran otomotif atau salah satu produk rokok yang disimbolkan dengan cowboy.

Lantas, bagaimana honor mereka ? Dari sebagaian gadis tiket tidak pernah mematok standar honor mereka dari setiap even kontes kicauan. Semua tergantung lobi-lobi dari panitia. Tapi ia sudah punya patokan harga terendah dari jasa mereka. Kisaran antara Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu per hari. Honor ini dalam kategori gadis tiket dengan sebutan kelas menengah. Kalau di bawah mereka, honornya kisaran Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. “Klasifikasi itu berdasarkan tampilan fisik mereka mas, kalau panitia ingin lebih cantik, honornya bisa di atas Rp 500 ribu per hari,” ujar Bondet, seorang penyedia jasa SPG dari Surabaya.

Diakui, kehadiran mereka bisa menjadi pendongkrak prestis dari lomba. Kontes besar dengan hadiah super mewah lebih klop dan fresh apabila banyak bertaburan gadis-gadis tiket. Peserta pun lebih betah berlama-lama di depan paddock tiket, dibanding berlama-lama memprotes juri.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 11, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: